Membaca Basmalah dengan Keras atau Lirih

Permasalahan membaca Basmalah dalam shalat apakah dibaca keras (jahr) atau lirih (sirr) merupakan salah satu pembahasan fiqih yang memiliki landasan hadis dan perbedaan pendapat di kalangan ulama. Berikut penjelasan berdasarkan riwayat-riwayat yang sahih.

Tidak Terdengar Rasulullah Membaca Basmalah

Hadis dari Anas

عَنْ أَنَسٍ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ فَلَمْ أَسْمَعْ أَحَدًا مِنْهُمْ يَقْرَأُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Terjemahan:
Anas berkata, “Aku telah melaksanakan shalat bersama Rasulullah ﷺ, Abu Bakar, Umar, dan Utsman, dan belum pernah aku mendengar salah seorang dari mereka membaca ‘Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm’.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (Kitab al-Shalat, no. 605) dan berkualitas shahih.

Hadis dari Anas ibn Malik

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ حَدَّثَهُ قَالَ صَلَّيْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ ﷺ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ فَكَانُوا يَسْتَفْتِحُونَ بِـ (الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ) لَا يَذْكُرُونَ (بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) فِي أَوَّلِ قِرَاءَةٍ وَلَا فِي آخِرِهَا.

Terjemahan:
Anas ibn Malik berkata, “Aku telah melaksanakan shalat di belakang Nabi ﷺ, Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Mereka semuanya memulai dengan ‘Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn’, tidak menyebutkan ‘Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm’ pada awal maupun akhir bacaan.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim (Kitab al-Shalat, no. 606) dan dinilai shahih.

Kedua hadis ini menunjukkan bahwa Basmalah tidak terdengar dibaca secara keras oleh Nabi ﷺ dan para Khulafā’ Rāsyidīn. Hal ini menjadi dasar bagi sebagian ulama bahwa Basmalah dibaca secara lirih dalam shalat.

 

© pantimuhmataram.com